Friday, 12 June 2015
Monday, 8 June 2015
Indonesia Masih Mengimpor Bawang Merah
Tulisan ini saya copas dari artikel di detik.com tanggal 9 Juni 2015:
Impor bawang merah dalam tahun ini mencapai 6.106 ton atau setara dengan
US$ 1,9 juta. Rinciannya pada Februari bawang merah diimpor 836 ton
atau US$ 263 ribu. Kemudian berlanjut di bulan Maret sebanyak 1.872 ton
atau US$ 598 ribu dan April sebesar 3.398 ton atau US$ 1,1 juta.
Asal dari bawang merah impor tersebut adalah India. Bila pada tahun-tahun sebelumnya, Thailand dan Vietnam juga merupakan pemasok bawang merah ke dalam negeri.
Selain itu Indonesia juga masih rutin mengimpor bawang putih. Asalnya hanya dari Tiongkok dengan jumlah 32.960 ton atau US$ 23 juta. Akumulasi di 2015 adalah 140.723 ton atau US$ 98,2 juta.
Asal dari bawang merah impor tersebut adalah India. Bila pada tahun-tahun sebelumnya, Thailand dan Vietnam juga merupakan pemasok bawang merah ke dalam negeri.
Selain itu Indonesia juga masih rutin mengimpor bawang putih. Asalnya hanya dari Tiongkok dengan jumlah 32.960 ton atau US$ 23 juta. Akumulasi di 2015 adalah 140.723 ton atau US$ 98,2 juta.
Saturday, 6 June 2015
Meneggunakan Stereofoam Sebagai Campuran Media Tanam
Friday, 5 June 2015
Kompos dari Tanaman liar dan Ranting
Berawal dari rutinitas mencabuti tanaman liar di kebun Naira, terbersit ide untuk memanfaatkannya sebagai media tanam. Kenapa tidak? bahan-bahan organik seperti sterofoam aj bisa dijadikan media tanam, harusnya bahan-bahan organik seperti ranting dan daun tumbuhan juga bisa dung? Sedikit googling memberikan pemahaman bahwa Ada dua istilah untuk sisa tumbuhan yang menjadi media tanam subur, yakni Humus dan Kompos. Bedanya Humus terjadi secara alami sedangkan Kompos terbentuk karena campur tangan manusia. Karena itu mulai sekarang tanaman-tanaman liar yang dicabut tidak langsung dibuang, tapi disimpan dan dihancurkan untuk dibuat media tanam lagi.
Thursday, 4 June 2015
Prospek Peternakan Ayam Broiler
Violet, ayam kecil Naira yang baru dibeli dari pasar ternyata hanya berumur dua hari saja. Di hari kedua, anak ayam tersebut diterkam kucing, sampai mati. Padahal sudah mulai mengecek laba yang bisa dihasilkan dari beternak ayam broiler. Hehe..
Setelah googling, ternyata prospek beternak ayam pedaging sangat bagus loh, harga anak ayam yang saya beli Rp. 5000 ternyata saat masa panen kurang lebih dua bulan, harganya bisa mencapai 5 kali lipatnya (25 ribu, berdasarkan harga ayam potong per kilo gram di pasar). Istri saya juga mengamininya bahwa harga ayam potong di pasar memang segitu. Wow, keren juga yak dalam 2 bulan bisa dapet 5 kali lipatnya (ngecess)
Namun tentu saja banyak kendala yang harus dihadapi para peternak ayam broiler, misalnya masalah bau, masalah penyakit dan masalah-masalah lainnya. Tapi usaha ini sepertinya cukup menjanjikan untuk dijalankan saat nanti saya sudah tidak sibuk dalam pekerjaan, jadi dari sekarang harus mulai mencari-cari ilmunya. :D cayyooooooo!
Setelah googling, ternyata prospek beternak ayam pedaging sangat bagus loh, harga anak ayam yang saya beli Rp. 5000 ternyata saat masa panen kurang lebih dua bulan, harganya bisa mencapai 5 kali lipatnya (25 ribu, berdasarkan harga ayam potong per kilo gram di pasar). Istri saya juga mengamininya bahwa harga ayam potong di pasar memang segitu. Wow, keren juga yak dalam 2 bulan bisa dapet 5 kali lipatnya (ngecess)
Namun tentu saja banyak kendala yang harus dihadapi para peternak ayam broiler, misalnya masalah bau, masalah penyakit dan masalah-masalah lainnya. Tapi usaha ini sepertinya cukup menjanjikan untuk dijalankan saat nanti saya sudah tidak sibuk dalam pekerjaan, jadi dari sekarang harus mulai mencari-cari ilmunya. :D cayyooooooo!
Tuesday, 2 June 2015
Violet, Penghuni Baru Kebun Naira
Pagi ini saat membeli sarapan di pasar, si kecil ngambek dan minta dibelikan anak ayam. Jadilah satu anak ayam berwarna Ungu, sesuai permintaan Naira dibeli. Dia begitu antusias dengan hewan peliharaan barunya. Mulai dari membuat rumah untuk Violet, nama yang diberikan bunda untuk si anak ayam, sampai dengan membeli lampu untuk sumber kehangatannya saat malam hari Naira selalu mengikutinya. Ayah membeli tempat minum, Vitachiks (vitamin dan antibiotik untuk anak ayam) serta pakan konsentrat di toko burung di jalan menuju Sirojul Munir. Kemudian lampu, kabel serta colokan dibeli di depan perumahan.
Malam harinya violet tertidur di bawah lampu LED 3 watt dalam rumah kardusnya. Semoga dia bisa panjang umur, sehingga ikut mewarnai cerita-cerita dalam blog ini. Amiin. Setelah Naira dan ayamnya tertidur, Ayah menggunakan satu polybag untuk menanam bayam kembali. Ini adalah percobaan ketiga, setelah percobaan pertama gagal karena pertumbuhannya tidak sama karena pemindahan pot, serta percobaan kedua yang gagal karena dihabiskan oleh burung gereja saat berumur baru beberapa hari. Mari kita tunggu hasilnya! :D
Sunday, 31 May 2015
3 Hama Imut di Kebun Naira
Dalam setiap rencana, biasanya selalu ada penghalang yang menjadi sandungan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Begitu juga di Kebun Naira, banyak organisme yang bersifat merusak tanaman yang sedang tumbuh di sana. Berikut di antaranya :
Burung Gereja
Burung Gereja
Sebenarnya burung ini ikut membantu Kebun Naira terlihat lebih asri, dengan tingkahnya yang lucu meloncat kesana kemari sambil sekali-kali mematuk makanan yang ada di tanah. Masalahnya adalah...... dia juga memakan bayam-bayam yang baru berusia 2-3 hari :(( sampai habis semua daunnya... huaaaa.... :(. Burung ini membuat project kedua penanaman bayam di Kebun Naira gagal. Tapi minimal Naira dan Ayah jadi tahu, nanti jika akan menanam bayam lagi, harus menggunakan semacam penutup plastik bening agar daun-daun muda dari bayam tidak bisa dipatuk oleh burung, namun tetap mendapatkan sinar matahari.
Kucing
Binatang peliharaan lucu ini ternyata tak selamanya lucu. Di Kebun Naira, ia sering berkunjung. Dan tidak hanya berkunjung, ia juga sering menginjak injak tanaman bawang merah saudara saudara, errrrggggh!. Hanya itu? tidak, dengan sengaja ia juga e'ok, / e'e / pup di dalem karung sekam matang di pojok kebun. Jadi saat Ayah membuka karung sekam untuk menambahkannya ke dalam polybag, MAK BRUNG! Ambune reeeek :-( . Tapi dengan cueknya Ayah tetep saja mengambil sekam dengan bonus e'ok si Pus dan menaruhnya di salah satu polybag, itung-itung Kompos gratis... huekkkkk :))
Kodok
Sang kodok eh eh sang kodok
Kenapa ente diam diam aje
Mangkenye aye bengang bengong aje
Tunggu hujan kagak turun juga
Kenapa ente diam diam aje
Mangkenye aye bengang bengong aje
Tunggu hujan kagak turun juga
Lagu Sang Kodok dari H. Benyamin Su'eib ini sepertinya menginspirasi kodok-kodok yang bermukim di sekitar Kebun Naira. Bagaimana tidak, mereka sering ketahuan ngikut berteduh di tanaman-tanaman di kebun Naira ssaat hujan tak kunjung turun. Parahnya lagi, pas malem tiba, mereka ngikut bobo' dengan menggali lubang di polybag taneman-taneman di Kebun Naira. :( . Jadilah taneman cabe di Kebun Naira gagal konsen untuk tumbuh dengan seksama (ceilah :D ).
Itulah tiga hama yang perlu diperhitungkan di Kebun Naira. Sebenarnya mereka adalah binatang-binatang imut, tapi jika tidak diperhitungkan mereka akan menyantap segalanya di Kebun Naira. Karena itu, waspadalah! waspadalah ! (sambil niru gaya Bang Napi di satu stasiun TV Lokal)
Subscribe to:
Posts (Atom)